Sampahmu, Sampah Kita Juga

4 April 2009 at 08:13 2 comments

Sedih melihat sampah yang berserakan di mana-mana. Di sekolah, di jalanan, di terminal, di pantai, di sungai, dan di tempat-tempat keramaian lainnya. Sering saya lihat orang buang sampah dari kaca mobil, bus umum, sambil jalan, bahkan yang membuat geleng-geleng kepala, orang buang sampah di sungai. Ketika motor/sepeda yang mereka kendarai berhenti di jembatan, lalu dengan santainya membuang bungkusan sampah tersebut ke sungai. Lalu ada lagi yang waktu hujan deras, mereka membuang sampah asal saja di depan rumahnya, mungkin asal sampah tersebut tidak terlihat di depan matanya… sudah beres. Ada lagi saya jumpai juga waktu hujan deras, sampah-sampah tersebut mereka masukkan ke dalam lubang-lubang peresapan air di tepi jalan raya…… sungguh mengerikan.

Lalu apa yang ada di dalam pikiran orang-orang tersebut? Apakah dikira kalau sampah sudah hilang dari depan matanya, sudah beres urusannya?  Sungguh pikiran yang sangat sempit. Kalau mau berpikir untuk masa depan anak cucu kita, apa yang akan terjadi kalau sampah tersebut menumpuk di pinggiran sungai, sehingga aliran sungainya menjadi sempit. Tapi….. lagi-lagi pikiran sempit muncul…..asal tempat mereka tidak kebanjiran, cuek aja….. itu kan urusan mereka yang kena banjir…, sampah-sampah kami, biar mereka yang urusi…….. . sungguh-sungguh menyedihkan.

Memang sulit sekali mengajak orang untuk mau membuang sampah pada tempatnya. Hanya kesadaran dari diri sendiri sajalah yang bisa merubah ini semua. Kadang perlu juga peraturan yang sangat keras bagi pembuang sampah sembarangan. Bisa berupa denda, kurungan atau hukuman lain yang bisa membuat jera…… Tapi.. banyak juga orang yang tidak takut dipenjara, karena penjara juga bisa dibeli. Banyak juga orang yang tidak takut didenda, karena denda juga bisa ditawar……..trus gimana solusinya…… pusing juga. Sering juga ketika aturan yang tegas muncul, …. alibi pun muncul juga…… kancil kok diatur harimau….hehehe….. . Lha tempat sampah saja tidak banyak dipasang dipinggir jalan.. nah tu… gimana ?

Menumbuhkan kedisiplinan, kesadaran dan kepatuhan memang memerlukan proses yang panjang. Hanya dari diri sendirilah kita bisa memulainya. Tidak perlu menunggu orang lain untuk melakukannya. Tidak perlu menunggu aturan yang ada. Kalau ingin mengikuti semboyan saya “Simpan dan genggam sampahmu sebelum menemukan tempat pembuangan sampah”. Semoga Negeri kita bisa bersih sebersih pemerintahannya.

Entry filed under: Social. Tags: .

ISO 9001:2008 Status YM di WordPress

2 Comments Add your own

  • 1. qohhar  |  6 September 2010 at 15:12

    memang harus dimulai kesadaran, bahwa perbuatan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan….entah itu balasan dalam waktu dekat maupun dalam jangka panjang…

  • 2. irwan  |  6 September 2010 at 15:18

    Yang paling sedih, dengan mata kepala sendiri saya lihat, saat hujan deras, seorang laki-laki separuh baya dengan santainya memasukkan sampah-sampah lewat resapan air yang ada di tepi jalan besar. Ada yang lebih parah lagi, di jembatan tegal gendu (kotagede) sering saya lihat, orang naik motor atau becak berhenti tepat di tengah jembatan, trus nglempar sampah (yg udah dikresekin) seenaknya di sungai tersebut. Kapan majune, nek wonge ra duwe disiplin lan ra keno diatur ngono kuwi…………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Translate

Tamu ke

free counters

Chatting yuk…..

Alexa Certified Traffic Ranking for www.nawrinawamreh.wordpress.com

Today’s Polling

Blog Stats

  • 15,539 hits

Archives